Apa yang sudah ibu berikan kepada anaknya tidak dapat dibandingkan dengan apapun di dunia ini.Mulai dari kita di dalam kandungan, ibu selalu menjaga agar nanti kalau lahir bayinya sehat dan tidak cacat.Pengorbanan ibu yang paling besar ketika waktu melahirkan kita,sebab ibu harus berusaha sekuat tenaga dan dapat mempertaruhkan nyawanya sendiri apabila gagal melahirkan anaknya.

Dari Abu Hurairah, dia berkata, telah datang kepada Rasulullah saw, seorang laki-laki lalu bertanya:, “Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih berhak untuk saya perlakukan dengan baik?”
Beliau menjawab, “Ibumu” dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu” dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu” dia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ayahmu”. (HR Muslim)

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23).

Maka dari itu kita harus menghormati orang tua kita terutama “ Ibu ” sepanjang hidup kita. Meskipun beliau bukan orang tua kandung kita. Kalau kita menghormati semua orang tua, berarti kita menghormati orang tua kita juga. Begitu juga bila kita memaki atau menghina orang tua yang bukan orang tua kandung kita, maka berarti kita memaki orang tua kita sendiri.

Nah untuk mambalas jasa orang tua kita dengan cara akhlak yang baik dari anak-anaknya itu sudah membuat orang tua kita damai dan senang daripada memberi harta yang berlimpah kepada oerang tua kita. Harta tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan akhlak yang baik.tak lupa pula Kita sebagai anak harus sering berdoa dan memohon, berjuang sekuatnya kepada Allah bila orang tua kita belum mendapat hidayah dari Allah. Dan kita harus selalu menerima segala kekurangan orang tua kita dengan lapang dada.