Banyak orang yang mengetahui bahwa kejujuran adalah sesuatu yang sangat mahal harganya. Mungkin saking mahalnya sehingga sangat jarang ditemukan pada orang-orang biasa. Hanya orang-orang yang luar biasa sajalah yang masih mampu menggenggam “bara api “ kejujuran itu dalam hidupnya. Namun begitu saya yakin bahwa setiap orang dalam hati nurani nya terdalam pasti menginginkan hidup dalam kejujuran. Namun karena tuntutan hidupnya yang begitu besar membuat mereka harus rela melepas kejujurannya sementara. Semoga aja bisa balik lagi itu namanya kejujuran he….he…he..

Pada hari itu kebetulan ustad danu sendirian dalam membawakan acara bengkel hati di TPI setiap jam 6 pagi WIT atau jam 5 pagi WIB, karena sesuatu hal ustad faiz yang biasa menemani tidak bsa hadir.


Dalam pengantarnya ustad danu menggambarkan betapa banyak sekali manusia dewasa ini yang hidup dalam ketidakjujuran demi mengejar prestise ataupun kenikmatan duniawi semata. Kadang kita melihat seorang suami yang begitu kejam dengan istri ataupun anaknya….eh begitu keluar suami tersebut dengan gampangnya menebar senyum kepada setiap orang yang dijumpai seakan-akan suami ini ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dirinya adalah orang yang ramah dan tidak pemarah. Begitu pula untuk istri, kadang selepas marah dengan suaminya dan anak-anaknya yang dirumah…..eh begitu keluar rumah dengan memakai make up yang tebal berusaha untuk menyapa kolega-koleganya sedemikian ramahnya seakan-akan si isri ini adalah istri yang sempurna tanpa cacat dan istri terbaik dalam hidupnya.

Memang kadang kita sering berperilaku pura-pura dalam hidup ini, entah itu kita sengaja untuk menutupi keburukan atau sekedar mencari perhatian orang-orang disekitar kita.

Kemudian ustad danu melanjutkan:

“ baiklah bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir di majelis ini, ataupun pemirsa yang sedang melihat di TPI. Maukah hadirin semua, mulai saat ini untuk berperilaku jujur baik kepada diri sendiri ataupun jujur kepada orang lain terutama keuarga?”

“Orang yang berbuat jujur dalam hidupnya akan terhindar dari segala macam penyakit. Kalau anda bisa jujur kepada diri sendiri dan keluarga, saya yakin separo dari penyakit yang anda derita akan sembuh dengan segera” begitu lanjut ustad danu.

Ada seorang hadirin yang bertanya kepada ustad danu bahwa dirinya mengeluh sakit di tulang punggung bagian tengah dan menanyakan penyebabnya apa. Orang ini bercerita juga bahwa dirinya datang dari jauh yaitu dari Kalimantan selatan karena saking kepengin ketemu sama ustad danu bertekad untuk ke TPI dan akhirnya berhasil walaupun dia harus menabung keras mengingat kerjaannya “hanya” sebagai penjaga masjid.

Ustad danu bertanya” baiklah bapak, apakah bapak mau sembuh dari sakit bapak? Kalau bapak mau sembuh bapak harus jujur ya sekarang. Saya Tanya apakah bapak sering jengkel pada istri atau keluarga bapak di rumah?”

Bapak ini menjawab,”betul mas danu, saya sering jengkel pada istri atau anak saya yang bila diajak kebaikan selalu mengulur-ulur waktu”.

“ saya melihat bapak sebenarnya seorang yang sabar, namun karena bapak sering memendam kejengkelan didalam hati, maka Allah memberikan teguran berupa sakit dipunggung bagian bawah” terang mas danu.

“ jadi usahakan sebisa mungkin untuk tidak memendam rasa jengkel itu lebih baik katakan saja apa yang menjadi kejengkelan bapak selama ini terhadap istri dan keluarga bapak, dan mohon maaflah kepada mereka semua atas kelakuan bapak selama ini yang mungkin membuat mereka tidak nyaman. Saya yakin kalau bapak mengatakan ini semua pasti penyakit bapak akan sembuh….. Insya Allah”, lanjut Mas danu.

Kemudian ada seorang penelpon yang menceritakan bahwa dia sakit mata. Lalu mas danu menasehati supaya ibuk tersebut jangan sering meremehkan orang lain terutama keluarganya. Atau sering berpikiran negative kepada setiap orang yang ditemuinya.

Dan masih banyak lagi kasus yang begitu serius dan ternyata penyebabnya adalah dirinya sendiri.