Satu mitos mengatakan, sering-seringlah makan agar pintar. Tak heran jika banyak orangtua menjadi gemar menyajikan olahan ikan dalam menu harian buah hati mereka. Tapi, benarkah mitos itu?

Seperti dikutip dari laman Shine, sejumlah ikan mengandung lemak omega 3 dan DHA (docosahexaenoic acid) yang bermanfaat untuk pertumbuhan otak. Nutrisi ini sangat baik untuk anak-anak, terutama usia balita.

“DHA terutama bermanfaat dalam dua tahun pertama kehidupan untuk perkembangan otak, kognisi, dan ketajaman visual,” kata dokter anak Scott W Cohen, penulis of Eat, Sleep, Poop: A Common Sense Guide to Your Baby’s First Year.

Studi Clinical Pediatrics, 2008, menunjukkan, anak balita yang memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan mengalami peningkatan kosa kata dan pemahaman yang lebih baik dalam berkomunikasi. Yang paling dianjurkan adalah ikan salmon.

Sementara bagi orang dewasa, daging ikan berperan melindungi jantung. Kandungan gizi dalam ikan mampu menurunkan kolesterol dalam darah, memperbaiki fungsi dinding pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, dan mencegah terjadinya penggumpalan darah.

Cohen menambahkan, bagi mereka yang alergi atau tidak menyukai ikan, kandungan omega 3 di dalamnya bisa diganti dengan avokad, kenari, dan minyak canola.